Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Sabtu, 30 April 2011

LATAR BELAKANG PROGRAM KUPS

Kenyataan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa impor sapi, daging
dan susu cukup tinggi, karena pasokan dari dalam negeri masih
belum mencukupi. Pasokan daging sapi dalam negeri untuk
kebutuhan konsumsi baru mencapai sekitar 60 % dan pasokan
susu dalam negeri baru mampu menyediakan 20 %. Hal ini
disebabkan oleh kurangnya populasi sapi potong dan sapi perah
yang tersedia sebagai bibit. Dalam rangka mendukung pemenuhan
kebutuhan daging dan susu dalam negeri diperlukan peningkatan
produksi melalui penambahan jumlah bibit sapi.

Dengan didasari pengalaman usaha pembibitan sapi yang
dilakukan oleh peternak masih berjalan lambat, pembibitan belum
banyak dilakukan oleh pelaku usaha karena dianggap kurang
menguntungkan dan memerlukan waktu yang lama. Oleh karena
itu, diperlukan peran pemerintah untuk menciptakan tatanan iklim
usaha yang mampu mendorong pelaku usaha untuk bergerak di
bidang pembibitan sapi, melalui penyediaan Skim Kredit Usaha
Pembibitan Sapi dengan suku bunga bersubsidi. Melalui Kredit
Usaha Pembibitan Sapi diharapkan industri pembibitan dan
kelompok pembibitan akan tumbuh dan berkembang sehingga
terjadi peningkatan populasi sapi dan terciptanya lapangan
pekerjaan di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar