Total Tayangan Halaman

Entri Populer

Sabtu, 30 April 2011

KUPS BOJONEGORO

Bupati Hadiri Silaturohmi Kelompedes Program KUPS
Oleh : kebupaten bojonegoro
Selasa, 13 Juli 2010

Bupati Bojonegoro Suyoto, berkenan menghadiri dan sekaligus membuka acara silaturohmi antar kelompok peternak desa (Kelompedes) Program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS). Kegiatan tersebut diselenggarakan Himpunan Peternak Indonesia (HPI) Cabang Bojonegoro dan dipusatkan di Aula PKP RI Jl. Basuki Rahmat, Senin (12/07/2010).

Selain itu, tampak hadir dalam acara tersebut Sekretaris DPW HPI Jatim Citra Ramadana, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bojonegoro Tukiwan Yusa, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, perwakilan dari Bank BRI Cabang Bojonegoro Siswanto dan 17 kelompok ternak. Juga Ketua Cabang HPI Kabupaten Gersik, Lamongan, dan Tuban.


“Kegiatan ini untuk mempertemukan beberapa pihak sebelum program KUPS dilaksanakan disini,” kata Ketua Cabang HPI Bojonegoro, Mochammad Choirul Huda, disela-sela kegiatan Senin (12/07/2010).

Dijelaskan, dalam pertemuan ini difokuskan pada teknis pelaksanaan program KPUS yang akan dimulai di Bojonegoro. Mulai dari cara pengajuan kredit, pemeliharan sapi, sampai pada penjualannya.

“Dalam acara kali ini kita rangkai dengan dialog. Karena itu, kita hadirkan nara sumber yang kompteten mulai dari pihak Pemkab dan Perbangkan sebagai mitra,” tegas pria kelahiran Purwosari ini.

Sekretaris DPW HPI Jatim, Citra Ramadana menjelaskan, salah satu tujuan berdirinya HPI ini adalah untuk membantu pemerintah dalam mendukung swasembada daging 2014. sebab, melalui wadah ini, para peternak dapat mendapatkan kredit lunak hingga dibantu pemasarannya dengan sistim kemitraan dengan perusahaan atau koperasi.

“Sekarang ini, HPI telah berdiri di 32 propinsi. Sedangkan di Jatim, sudah 90 persen kabupaten kota membentuk HPI,” terangnya. Dari 32 kota/kabupaten di Jatim, lanjut dia, baru dua kabupaten yang melaksanakan program KUPS. Yakni kabupaten Probolinggo dan Lamongan.

“Kami optimis dengan adanya HPI swasembada daging 2014 bakal tercapai. sebab, melalui wadah ini, dipastikan akan mampu memajukan dunia peternakan di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto, sangat mendukung dengan program KUPS ini. Pasalnya, program KUPS ini lebih menguntungkan peternak ketimbang peternak sapi pedaging. Sebab, keuntungan tersebut didasarkan pada jumlah populasi, bukan daging per kilonya. “Program pembibitan ini resikonya jauh lebih kecil ketimbang sapi potong,” sambung Suyoto.

Selain itu, lanjut bupati, dengan program ini para peternak juga memperoleh bantuan modal untuk mengembangankan peternakannya sehingga bisa lebih maju. Karena itu, bupati meminta agar peternak jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan takut dengan kegagalan. “Saya harapkan nantinya, (kelompok ternak) bukan hanya menjadi peternak saja. Melainkan bisa menjadi pengusaha ternak,” pungkas Kang Yoto.(Kominfo/PTI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar