KUPS dan KPPE untuk Sukseskan Swasembada Daging 2014
Dalam upaya mensukseskan swasembada daging 2014 Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada tanggal 1 Januari 2010 dilaksanakan Launching KUPS (Kredit Usaha Pembibitan Sapi) dan KKPE (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian Suswono, Dirjen Peternakan Tjeppy D. Sudjana, Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf dan sekitar 250 orang yang terdiri dari pelaku usaha pembibitan sapi calon penerima kedua kredit tersebut.
Acara tersebut diawali dengan penandatanganan akad kredit KUPS antara pelaku usaha pembibitan sapi dengan bank pelaksana, penyerahan SPPK (Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit). Peserta kredit terdiri atas 2 kelompok peternak dan 5 koperasi dengan rincian 2 kelompok dan 4 koperasi melakukan akad kredit dengan Bank Jatim senilai Rp. 25 miliar, 1 koperasi dengan Bank DI Yogyakarta senilai Rp. 1,5 miliar dan 1 perusahaan dan 1 kelompok dengan Bank BRI senilai Rp. 66,8 miliar. Selama satu bulan sebanyak 9 pelaku usaha pembibitan telah menandatangani akad kredit KUPS dengan nilai Rp. 93,3 miliar.
Keseluruhan calon debitur KKPE yang menerima SPPK berjumlah 20 kelompok dengan total nilai kredit sekitar Rp. 7 miliar. Yakni dengan perincian 3 kelompok peternak memperoleh SPPK dari Bank BNI, 2 kelompok dari Bank Jateng, 1 kelompok dari Bank DI Yogyakarta, 3 kelompok dari Bank BRI dan 11 kelompok dari Bank Jatim. SPPK yang telah disampaikan oleh bank tersebut sebagian besar digunakan oleh kelompok untuk usaha penggemukan sapi.
Bersubsidi
KUPS merupakan program Skim Kredit Usaha Pembibitan Sapi dengan suku bunga bersubsidi yang disediakan oleh pemerintah untuk menciptakan tatanan iklim usaha yang mampu mendorong pelaku usaha bergerak di bidang pembibitan sapi. Dengan bunga 5% per tahun dan selisih bunga komersial yang ditanggung oleh Pemerintah, maka usaha pembibitan sapi yang belum banyak dilakukan oleh pelaku usaha karena kurang menguntungkan dan memerlukan waktu yang lama, diharapkan akan tumbuh dan berkembang sehingga terjadi peningkatan populasi sapi serta terciptanya lapangan pekerjaan di masyarakat.
Dengan skim kredit KUPS diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi sebanyak 1 juta ekor dalam jangka waktu 5 tahun atau 200.000 ekor/tahun, yang oleh pelaku usaha pembibitan sapi potong dan sapi perah, untuk penyediaan bibit sapi secara berkelanjutan. Pengadaan sapi adalah sapi bunting atau siap bunting yang berasal dari sapi impor, sapi turunan impor dan sapi lokal. Pengadaan sapi irnpor dan turunannya untuk menambah populasi sapi, sedangkan sapi lokal (diutamakan sapi Bali) untuk penyelamatan atau mengurangi pemotongan sapi betina produktif.
Bila hal tersebut terealisir, maka dalam jangka waktu 2 tahun, Pemerintah tidak perlu impor sapi bakalan lagi karena sudah tersedia induknya. Dengan demikian, permasalahan kurangnya pasokan daging sapi dalam negeri yang saat ini baru mencapai 60% dan pasokan susu baru mampu 20%, diharapkan bisa teratasi. Dengan dikeluarkannya program KUPS ini, Pemerintah berharap agar target pencapaian swasembada daging sapi pada 2014 bisa tercapai.
Rp. 250 Miliar
Program yang dicanangkan pada bulan April 2009 yang lalu ini termuat di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 131/PMK.05/2009. Pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan KUPS. Pada tahun 2009, Kementerian Pertanian telah rnengalokasikan anggaran sebesar Rp. 145 miliar dalarn bentuk subsidi bunga bagi peternak. Tahun 2010 jumlahnya akan bertambah menjadi Rp. 250 miliar.
Mendukung Pemerintah cq. Kementerian Pertanian dalam Mensukseskan Program KUPS dan KKPE
Total Tayangan Halaman
Entri Populer
-
KUPS dan KPPE untuk Sukseskan Swasembada Daging 2014 Dalam upaya mensukseskan swasembada daging 2014 Balai Inseminasi Buatan (BIB) Singosa...
-
Ekonomi & Bisnis 06 April 2011 Dari Pameran UMKM Bank Jateng (2-Habis) Siap Ambil Kredit Senilai Rp 1 Miliar SALAH satu wujud keser...
-
Jumat,19 Maret 2010 Mentan launching Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) Dalam upaya mendorong laju peningkatan populasi sapi di Indonesi...
-
Kenyataan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa impor sapi, daging dan susu cukup tinggi, karena pasokan dari dalam negeri masih...
-
Bupati Hadiri Silaturohmi Kelompedes Program KUPS Oleh : kebupaten bojonegoro Selasa, 13 Juli 2010 Bupati Bojonegoro Suyoto, berken...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar